Menempuh Jalur Selatan Jawa Bagian. 1

Biasanya ketika saya pulang dari Jogja menuju Majalengka, Saya mengambil jalur tengah utara,yaitu jalur Jogja – Purwokerto – Cirebon. Namun saat pulang kembali kemarin mencoba untuk melewati jalur selatan yaitu Ciamis – Banjar – Majenang – Wangon – Jogjakarta dan di tempuh dalam waktu 8 jam. Memulai perjalanan pukul 5 pagi dari Dari Kampung Halaman tercinta dengan menggunakan sepeda motor dan di dampingi oleh seorang teman dengan melalui jalur Majalengka – Ciamis,,suasana perjalanan di dominasi oleh udara sejuk dan keindahan matahari yang malu-malu keluar dari balik Gunung Ciremai. Tepat di jalan Cikijing – Cingambul banyak masyarakat daerah sekitar melakukan lari pagi di bahu jalan bahkan terkadang sampai di tengah jalan, mungkin hal ini hanya terjadi di hari minggu pagi tapi harap waspada bagi para pengendara kendaraan yang akan melitasi jalan ini pada waktu minggu pagi.

Lanjut dalam perjalanan, kami melewati kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Bagi anda yang mengetahui sejarah daerah tersebut mungkin akan teringat tentang Kawali pada jaman dahulu yang pernah menjadi ibukota kerajaan Sunda-Galuh. Kawali menjadi Ibukota Kerajaan yang pernah di pimpin oleh Prabu Linggabuana yang tewas dalam perang bubat. Yang kemudian tampuk kepemimpinan kerajaan di jabat oleh saudaranya yaitu Prabu Bunisora yang berlanjut kepada Prabu Niskala Wastukancana, yang merupakan Anak dari Prabu Linggabuana. Kawali Tidak menjadi Ibukota kerajaan setelah Sri Baduga Maharaja, yaitu cucu dari Prabu niskala Wastukancana memindahakan ibukota ke Pakuan Pajajaran. Peninggalan-peninggalan Kawali sebagai Ibukota Kerajaan Sunda dan kita temukan di situs Astana gede. Kembali kepada perjalanan saya yang mencoba melewati jalur selatan, kami melintasi kota Ciamis namun kota yang terkenal oleh makanan khasnya yaitu galendo tak sempat kami untuk berhenti karena berpacu dengan waktu. Perjalanan dari Ciamis menuju Banjar di lalui dengan cukup lancar jalan yang begitu baik dan lebar cukup membuat nyaman berkendara namun waspada dengan kabut yang menghalangi pandangan saat kita berkendara terutama pagi hari.

Setelah sempat melintasi daerah Kawali yang pernah menjadi Ibukota kerajaan Sunda kali ini di lintasan jalan raya Ciamis – Banjar kami melewati situs Karang Kamulyan yang menjadi bekas ibukota kerajaan Galuh. Situs ini pernah saya kunjungi saat kecil, di dalam situs ini terdapat tempat-tenpat peninggalan kerajaan galuh seperti tempat sabung ayam atau cikahuripan dan lainnya. Tempat ini di kaitkan dengan legenda Ciung Wanara Memasuki Kota Banjar Jalan Raya semakin lebar dan penataan yang cukup rapi. Biasanya saya melewai jalan ini hendak berwisata menuju Pantai Pangandaran. Cukup Lama tidak berkunjung dan melihat Banjar, dari pengamatan saya Kota Banjar cukup pesat dalam hal pembangunan,terlihat dari penataan bantaran sungai citanduy dan gedung walikota banjar yang terlihat bagus dan baru, padahal Kota Banjar baru berdiri menjadi Kota pada tahun 2003. Selepas Kota Banjar jalanan menuju perbatasan Jawa Barat dan Jawa tengah cukup lengang. dan pemandangan di dominasi oleh perkebunan karet..,tepat di perbatasan Jabar dan Jateng terdapat tugu Pasukan Siliwangi di wilayaH Jabar dan patung Pangeran Diponegoro di wilayah Jateng. Bentuk perbatasan ini hampir sama dengan yang terdapat di Losari di jalur Pantura, yang juga di batasi oleh batas alam berupa sungai..,dan dengan terlewatinya perbatasan ini maka kami mulai memasuki wilayah Jawa Tengah

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s