JALUR MATI KA KADIPATEN-CIREBON, MUNGKIKAH HIDUP KEMBALI?

Bekas Rel KA Cirebon-Kadipaten

Bekas Jembatan KA

Jalur kereta api Kadipaten-Cirebon dibuka oleh Perusahaan kereta api swasta Belanda bernama Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij atau disingakat SCS pada tahun 1901. Jalur ini merupakan jalur paling barat dari jalur-jalur lain yang dibuat oleh SCS. Stasiun Kadipaten merupakan stasiun ujung di barat dari sedangkan stasiun ujung di  timur milik SCS adalah stasiun Semarang Poncol di Kota Semarang.  Perusahaan kereta api SCS merupakan perusahaan kereta api swasta belanda yang menghubungkan seluruh jalur ke Pabrik Gula yang ada di sepanjang Pantai Utara Jawa dari Semarang di timur hingga Majalengka di Barat. Jalur kereta api ini yang sempat direncanakan akan di gabungkan dengan jalur Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari, dinonaktifkan atau mati sekitar tahun 1970, karena kalah bersaing dengan Transportasi darat lainya di Jalan raya Bandung-Cirebon yang bersampingan dengan jalur KA ini.

Jalur Kadiapten – Cirebon memiliki beberapa stasiun di sepanjang jalurnya, yaitu:

  1. Pasalaran
  2. Jamblang
  3. Palimanan
  4. Ciwaringin
  5. Bongas
  6. Jatiwangi
  7. Kasokandel
  8. Kadipaten.

Saya pernah tracking atau mblusukan jalur mati ini muali dari Kadipaten hingga Panjalin di perbatasan Kab. Majalengka dan Cirebon. Dimulai dari perempatan Kadipaten, yang menurut informasi tempat dimana stasiun Kadipaten berdiri, namun sayang sekarang stasiun Kadipaten sudah lenyap di telan bangunan-bangunan baru di lokasi tersebut. Di Kadipten masih dapat di jumpai sisa-sisa rel dan jembatan KA yaitu di dekat lampu merah, diduga jalur ini menyebrang melintasi jalur lori tebu Parik Gula Kadipaten, selain itu jalur yang melintasi jalan Brawijaya. Itu adalah sisa-sisa rel dar jalur KA Cirebon-Kadipaten karena di sepanjang saya tracking selepas kadipaten tidak dijumpai lagi rel yang ada, yang tampak hanya lah bekas jempatan saja yang masih utuh masih terdapat rangka besi tetapi ada pula yang hanya menyisakan rangka beton dari bekas jembatan KA. Jembatan yang sempat di abadikan lewat camera digital adalah jemabatan di kadiapten, kemudian jembatan dekat rumah sakit daerah Cideres, Burujul wetan, Disepanjang ibukota kecamatan Jatiwangi, dan teraknhir di Cisambeng, Palasah. Yang paling menarik di sepanjang tracking saya adalah masih adanya menara air kecil di pinggir jalan raya di daerah sumberjaya. Biasanya menara air ini di gunakan untuk mengisi air dari ketel loko uap, bangunan ini masih utuh bahkan tak jauh dari situ terdapat semur tua. Di sekitar menara itu pula terdapat bekas fondasi bangunan, tapi entah bangunan apa itu dan berapa jalur rel yang ada di dekat menara itu.

Penulis masih ingat pada saat kecil di alun-alun kecamatan Jatiwangi terdapat 4 jalur rel kereta api plus tempat wesel mekanik Kuno!. Namun sayang setelah adanya penatanan ulang kawasan alun-alun jatiwangi, 3 jalur KA ini dihilangkan. Dilihat dari banyaknya jalur yang ada dulu mungkin saja di dekat alun-alun Jatiwangi dulunya terdapat bangunan stasiun Jatiwangi.

Jalur Kereta Api (KA) kereta api Kadipaten-Cirebon memang telah tiada, namun dengan direncanakannya pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka ada usulan untuk mengaktifkan kembali jalur KA ini yang juga mengaktifkan Jalur Rancaekek-Tanjungsari dan menggabungkan keduanya sehingga terdapat jalur KA Bandung Cirebon Via Kadipaten, untuk mempersingkat waktu, karena saat ini KA dari Bandung menuju Semarang harus memutar menuju Cikampek sehingga Bandung Cirebon via Cikampek menempuh waktu 3,5 jam bandingkan di Bandung-Cirebon via Kadipaten yang hanya memakan waktu 1-2 jam. Semoga saja rencana Pemerintah ini bukanlah janji hanya sekedar janji. Sehingga Jalur KA Bandung-Cirebon via Kadipaten yang menggunakan bekas Jalur KA Cirebon-Kadipaten dapat terwujud, Semoga.

Bekas Menara air

12 Comments

  1. wah thx infony, sy baru tau klo dikadipaten ada stasiun gara2 liat plang tanah milik PJKA padahal sy tdk melihat ada rel kereta disitu. trus sy tanya pada ayah saya…ternyata benar dulu ada jalur kereta antara kadipaten dan cirebon.
    lalu saya googling dan menemukan tulisan ini. thx banget sy jd jelas. sebetulnya sy tdnya mau menyusuri jalaur kereta ini.

  2. capture yg menarik….

    saya sendiri ketika kecil dulu, kalau mudik ke Kuningan pasti merengek minta lewat jalur Kadipaten-Cirebon (walo ortu lebih suka lewat Sumber ato Cikijing)
    alesannya?
    pengen liat rel kereta api hahahah alasan konyol tapi entah kenapa saya suka sekali.. kadang kala saya (waktu kecil) suka membayangkan gimana kalau kereta ini masih ada.. pasti keren sekali

    seingat saya, ketika SMP (94/95) rel2 yg di samping jalan itu masih ada, bahkan beberapa stasiunnya masih ada (yaa walo cuman jadi gudang)
    di daerah Jatiwangi bahkan klo ga salah ada stasiun yg cukup besar dgn jumlah rel yg byk
    ya tentu saja sekarang sih sudah wallahualam entah kemana

    mau dihidupkan kembali?
    tampaknya akan sama seperti jalur mati yg lain… pertama dana, kedua manfaat utk PT.KA-nya pasti sedikit
    yah.. entahlah

    anyway.. tau jalur ini bener2 ilang, saya dulu pasti akan merengek habis2an minta difoto di salah satu bekas stasiun jalur Kadipaten-Cirebon… dulu tiap kali pengen minta difoto pasti slalu dijawab “mau nyampe Kuningan jam brapa?” ehehehe

    • terima kasih atas komentarnya..
      saya menulis tentang jalur ka ini karena tulisan mengenai keberadaan jalur KA ini masih jarang.
      soal stasiun yang ada di jatiwangi, saya juga masih ingat dulu ada banyak spoor (rel) KA di depan alun-alun jatiwangi.
      untuk di hidupkannya lagi jalur ini, tentunya saya hanya berharap, kalaupun tidak tentunya aset-aset yang tersisa sekarang tetap di pertahnkan sekarang, sebagai monumen bagai generaasi sekarang bahwa dulu ada jalur KA dari Cirebon Hingga Kadipaten

  3. Nenek saya dulu tinggal di Jatiwangi. ,saya sengaja sering datang ke sana, hanya untuk melihat kereta api uap, pada saat itu sekitar thn 80-90an..masih jayanya pabrik gula..dan masih beroperasinya kereta UAP untuk mengangkut tebu. Saya masih ingat Stasiun Jatiwangi terletrak di depan alun2, namun sekarang tidak ada bekasnya sama sekali,seiring dengan dihancurkannya pula PG jatiwangi ,..padahal bangunan tersebut sangat bersejarah,banyak bangunan unik bersejarah yg harusnya dilestarikan,bangunan tersebut merupakan saksi akan..kejayaan kereta api di masa lalu…

  4. Rada telat membaca artikel ini, tp gara2 saya baru nyadar di beberapa tempat pinggir jalan cirebon kadipaten terdapat plang, “Tanah ini milik PJKA” jadi tertarik untuk mencari informasi tentang kepemilikan tanah tersebut. Berawal dari keinginan, Saya hendak mencari tanah di pinggir jalan sebelah timur kadipaten, tapi kaget juga kalo dikasi tau bahwa tanah yang akan dijual itu sebetulnya bukan dipinggir jalan raya (BDG-CRB), tapi berada dibelakang tanah PJKA, ngeri juga deh…. hasrat hati ingin beli tanah pinggir jalan, eh takutnya malah terblokir sama tanah PJKA tesebut. Saya berharap sekali jalur kereta BDG-MJL-CRB akan dihidupkan kembali, namun menurut beberapa informasi, proyek ini sedang dalam perencanaan dan pembangunan jalur rel tersebut menurut informasi akan dibangun berdekatan dengan jalan tol BDG-CRB (tentunya dibangun di lahan baru) yang kesemua proyek tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan bandara international jawa barat, MEGA PROYEK yang kita semua nantikan, namun entah kapan….

  5. bos, gambar rel paling atas itu TKPnya dimana?
    terus yg tandon air itu di sebelah mana ya?? beberapa kali Q telusuri jalur ini dari tahun 2003 tdk byk yg saya temukan. padahal dulu ingat betul jika mau ke kota cirebon akan melewati bangunan unik bertuliskan Stasiun Jamblang…… kini stasiun tersebut sudah jadi warung Empal Gentong H. Khasan.

    Tapi di daerah Gununggiwur, saya temukan Patok Batu bertuliskan SCS. dari semua lintas yg saya telusuri, hanya di GGW inilah saya temukan Bukti real bahwa jaringan ini milik SCS.

    untuk pelengkap artikel ini, silahkan buka Peta Jaringan SCS http://penelusurrelmati.wordpress.com/2009/09/14/scs1901/

    jangan lupa visit my blog http://penelusurrelmati.wordpress.com/

    Salam Mblusukkan Jalur Mati
    kapan-kapan kita Mblusukan Bareng yo,,,😀

  6. wew…….. moga2 ga jadiiiiiiiiiii……..
    soal nya sy sewa tmpat untuk kios di bekas stasiun jatiwangi….
    kalo di gusur… penghasilan dr mana saya ntar…..
    moga2 ga jadi proyek nya…
    lagian dana nya pasti gede harus ngegusur bangunan2 permanen sepanjang semarang kadipaten.

  7. Revitalisasi Lokomotip2 uap seperti dimulai Museum KA Ambarawa dengan lokuap B2503 dan B5112 dan industri KA Pariwisata pegunungan seperti Ambarawa – Magelang, Wonosobo – Kroya, Banjar – Cijulang dan Bandung – Sukabumi mendatangkan devisa lumayan seperti di Jerman. Kebetulan PT KAI cukup punya banyak rongsokan lokuap yang bisa direkondisi bersama pabrik asalnya jika diperlukan. Pekerjaan sipil pematangan lahan hampir tidak perlu lagi, tinggal pasang rel & renovasi jembatan dan pemulihan mekanik wesel dan pintu kereta. Hayo kawan2, kita dukung usaha ini untuk P. Jawa & P. Sumatera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s